Kamis, 12 Desember 2013

Tau Diri

aku kembali dilingkaran teman-temanku namun kali ini bukan hanya ada ina ima dan ike namun ada yang lain yang tak mungkin aku sebutkan satu persatu. kami akan mengadakan sebuah acara, acara rutin yang selalu kami ada setiap tahunnya untum emengenang kebersamaan kami dulu. kali ini kami berkumpul disalah satu tempat bukan kaffe danu yang selalu menjadi tujuanku dan awan jika ingin bertemu. aku duduk disalah satu kursi yang melingkari meja panjang, aku tak banyak terlibat pembicaraan seru mereka aku hanya sesekali menimpali omongan mereka dan kembali sibuk dengan ponselku menulis kisah perjalananku beberapa waktu yang lalu
  "awan mana kok gak datang2 katane harus tepat waktu ternyata sendirinya telat" iya salah seorang dari kami menanyakan awan. aku kaget namun aku tak memalingkan wajahku dari ponselku
'dia datang juga aku pikir tidak, ayo asa kau telah berjanji semuanya baik baik saja setelah kejadian dihari bahagiamu walau terkadang kau menangisi nasib sialmu itu' ara sisi lain dari diriku mulai berdialog dengan diriku namun kali ini berbeda ia mengingatkanku.
Tak lama seseorang yang iya nanti datang, ia paling akhir diantara kami semua. aku masih dengan sibuk dengan ponselku masih mengetik rangkaian cerita yang akan kukirimkan ke ina sebagai ganti pertemuan aku dengan dia
  "hey" kata seseorang sambil mengulurkan tangannya. aku kaget "apa kabar" tanyanya
  "baik" aku menyalaminya lalu kembali sibuk dengan poselku, menyimpan apa yang telah ku tulis agar aku bisa mengirimnya ke ina lain waktu dan betapa kagetnya aku dia duduk tepat didepanku. aku lirik kesekeliling oia hanya kursi itu yang kosong dan ara mulai lagi
'hey selamat bertemu lagi sudah lama aku menghindarimu sialku kau ada disini' ara bernyayi senang sepertinya dia senang melihatku bertatap mata langsung dengan awan yang beberapa waktu lalu menyakitiku
'selamat asa nikmati saja selagi kamu bisa menikmati wajah orang yang berhasil membuatmu berotak jahat disisa hari bahagiamu' ara kembali kesifatnya yang selalu mengejek apa yang terjadi
'sudahlah ara kami berjanji tak ada yang tau tentang semuanya walau dia pernah berkata untuk menceritakan semua yang dia lakukan padaku ke yang lain' aku menanggapi ara setenang mungkin
'harusnya kau ceritakan saja pada yang lain agar semua tahu kalau dia tak sebaik yang mereka kira'
'ara, aku tak sejahat kau. aku masih mau punya hubungan baik dengan dia lagi pula aku akan selalu ingat dia' sebisa mungkin aku tak terbawa emosi ara kalau iya mungkin mereka akan menganggapku gila
'iya kau akan ingat karena disisa hari bahagiamu dia mengubahmu menjadi seperti aku ahahaha'
'bukan, aku akan ingat dia bukan sebagai seseorang yang menyakitku tapi sebagai teman baik yang memberiku banyak kisah' hatiku mantap sedang ara berlalu pergi meninggalkanku dengan wajah sedihnya 'ara kapan kau akan benar2 benaf pergi aku lelah berdialog dengan diriku sendiri' aku menghela nafas panjang
  "kamu kenapa asa?" tama yang sedari tadi menanyakan keadaanku mungkin dia menyadari ada yang berubah dari raut wajahku dan mungkin dia mendengar saat aku menghela nafas panjang seperti rasa kecewa yang terbaca
  "tak apa2" aku mencoba menutupinya. kursi depanku telah berganti orang dia sudah perpindah kesalah satu kursi yang berada diunjung meja. otaku mulai berspekuliasi mungkin tama mengira aku kecewa dengan kepindahan dia dan ara kini bersiap kembali dengan senyum jahat diwajahnya. tiba2 saja aku berdiri
"teman2 maaf aku harus pulang duluan ada acara" aku beralasan dan berpamitan pada semua tanpa terkecuali dia. aku tak mau sesuatu yang tak kuinginkan terjadi karena aku tahu jika ara sudah tersenyum senang dengan senyum jahatnya semua akan dilhar kendaliku dan aku tak mau itu terjadi diantara aku dan yang lainnya.

ska, 25 november 2013
-untukmu, seseorang yang kuhindari dan tiba saja kau hadir dihadapanku waktu itu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pohon mangga depan rumah

Siang itu ada yang berbeda ketika aku sampai didepan rumah. Ayah tengah sibuk membongkar teras depan rumah untuk ditinggikan, karena suda...