Jumat, 13 Desember 2013

Rindu Awan

  "ara" panggilku ketika aku duduk dihadapan cermin besar yang sengaja kupasang disalah satu dinding kamarku. perlahan cermin itu memburam dan menampilkan sosok serupa diriku yang tengah lesu
  "tak perlu cerita aku sudah tau apa yang kau rasakan" katanya begitu ia muncul
  "sekali saja dengarkan ceritaku walau kau sudah tau semua yang kurasakan" kataku memelas
  "buat apa mendengar cerita yang sudah aku tau bahkan bisa aku rasakan" katanya jutek
  "kau tau terkadang kau yang membuatku frustasi kau sendiri semua sahabatku tak ada didekatku setidaknya kau bisa jadi pendengar walau kau sudah tau" kataky ngotot
  "om baiklah untuk kali ini saja" akhirnya dia pasrah
  "kau tahu awan?" tanyaku membuka cerita
  "hmm.." jawabnya
  "orang yang melibatkanku dalam urusannya dengan gebetannya. setelah aku pikir-pikir ternyata aku ini hanya pelarian baginya buktinya saat gebetannya menjauh dia mendekat denganku dan disaat dia mendapat gebetan baru dia kembali menjauh"
  "lalu kamu mau apa?" tanyanya
  "aku tak mau apa-apa aku tak bisa berharap lebih aku hanya bisa memposisikan diriku sebagai teman sebagai sahabat yang baik walau kadang rasa ini berharap lebih dari itu"
  "kau rindu dia?" tanyanya lagi
  "iya aku rindu dia. aku rindu bercanda dengan dia.aku rindu candaan kami yang terkadang tidak jelas. aku rindu saat bersama dia" ungkapku jujur
  "aku tak tau harus bagaimana" katanya pasrah
  "hmm sudalah biarkan rindu ini berbunga dihati saja tanpa perlu perlihatkan betapa indahnya kepada yang lainnya"
  "satu yang dari dulu selalu mengganggu pikiranku" kini ia yang mulai bercerita
  "otakku selalu berkata kau yang akan bersamanya nanti bukan dia, dia, dia, dan dia yang bersamanya sekarang. ya walaupun mereka jauh jauh jauh lebih cantik dari pada kamu tapi mereka tak punya sesuatu yang kau punya aku pun tak tau apa itu" kata ara panjang lebar
  "semoga yang terbaik yang akan terwujud sesuai dengan pikiranmu atau pun tidak semuanya akan menjadi yang terindah" kataku bijak
  "semoga" katanya sambil perlahan menghilang dan berganti bayanganku yang selalu meniruka apapyn gerakanku.

pemalang, 11 agustus 2013
-semoga hanya pikiranku saja-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pohon mangga depan rumah

Siang itu ada yang berbeda ketika aku sampai didepan rumah. Ayah tengah sibuk membongkar teras depan rumah untuk ditinggikan, karena suda...