‘kalau tahu begini jadinya mending bawa
ransel dan kubawa semua komik yang kupunya’ keluhku dalam hati. 30 menit
berlalu batrai mp3 player yang semalam tak aku isi sudah mulai habis begitu
minuman yang kupesan juga sudah hampr habis dan mereka masih saja sibuk dengan
dunia masing-masing
“aku pulang duluan ya..” kataku sambil
siap-siap beranjak pergi, semua kaget dan reflek ima yang ada didekatku menahan
tanganku
“nanti, kita belum mendapat apa yang
kita ingin tahu” kata ima. Aku kembali keposisiku semula duduk didekat ima
“percuma aku disini sementara kalian
sibuk dengan dunia masing-masing” keluhku
“ok kita berhenti” kata ina sambil
menaruh ponselnya di meja “jadi apa yang terjadi diantara kamu dengan dia”
tandas ina langsung kepokok pembicaraan
“iya mba ada apa? Jangan buat kami
penasaran” lajut ike
“udahlah mba bilang aja kami dukung
selama kamu mau cerita kekita” lajut ima
Aku hanya menghela nafas ‘ini lagi’ itu
jawaban yang terlintas diotaku namun tak bisa keluar dari mulutku
“kamu gak mau jawab mba? Kita panggil
tersangka utama yang bikin teman kita tak mau cerita ke kita” kata ima tegas.
Mereka bertiga langsung mengambil ponsel masing-masing dan mengirim pesan
mungkin keseseorang yang sama dan aku masih diam
“ayo mba jujur aja ada apa kamu dengan
dia?” ike kembali menanyakan dengan pertanyaan yang sama
“ iya mba ayo jujur aja” kata ina
“iya mba” ima menyetujui semua yang
dikatakn sahabatnya
“okok aku jawab aku tak ada apa-apa
dengan dia” ya memang tak ada apa-apa diantara aku dan dia. Kami Cuma sebatas
teman baik itu saja
“bukan tidak ada apa-apa tapi belum”
sebuah suara yang kekenal menimpali perkataanku
“jadi kapan?” sahut ina
“tunggu saja tanggal terbitnya” kata
suara itu lalu menarik tanganku dan mengajakku beranjak dari tempat itu, pergi
dari kepungan yang sahabat-sahabatku sedang aku masih bingung dengan situasi
yang terjadi bagaimana bisa dia ada disini? Ditambah ina, ima dan ike yang
tersenyum seperti menandakann sesuatu yang membahagiakan akan terjadi membuatku
semakin ingin berteriak.
Note: terima kasih untuk ftv tengah
malam atas dialog yang menyenangkan