Untuk sekian kalinya aku
melihat ia dikafe yang biasa aku kunjungi ini. Dia duduk merenungi waktu,
terkadang dia membaca buku aku atau memandangi air yang turun melewati kaca
jendela kala hujan turun. Kali ini dia datang dan duduk dimeja faforitnya, ditepi
jendela. aku berniat menghampirinya namun kuurungkan niatku. Kulihat danu
pemilik tempat ini terkebih dahulu menghapirinya
“spertii
biasa dan?” tanyaku begitu dia mengahampiriku untuk menyerahkan daftar pesanannya
“seperti
biasa milkshake strawbery dan strawberry cake tenpa strowbery” kata danu “heran
aku tiap minggu sekali dia kesini duduk ditempat yang sama diwaktu yang sama
dan pesan menu yang sama milkshake strawbery dan strawbery cake tanpa
strawbery” lanjut danu penuh keheranan
“tapi
kamu udah siapin cake pesannannya kan?” tanyaku memastikan
“tak
lupa setiap sabtu siang selalu aku siapkan khusus untuk dia pelanggan yang tak
pernah berubah” katanya mantap
“mungkin
untuk kali ini akan lain” kataku iseng
“maksudnya
kamu mau ngasih yang lain buat dia? Klo keracunan gimana?” danu mulai khawatir
“tenang
serahkan pada ahlinya” kataku menyombongkan diri tanpa menghilangkan
konsentrasiku membuat pesanan hmm bukan pesanan sesuatu yang spesial untuk tamu
spesial kafe ini
“ini
untukmu” kataku sambil meletakan segelas cappuccino hangat dimeja lalu duduk
dihadapannya
“aku
itdak pesan capucinno hangat” katanya heran karena bukan merasa pesan cappuccino
hangat
“ini
spesial untuk pengunjung setia kami” kataku sambil tersenyum manis
“oh
ya, terima kasih” katanya sambil tersenyum manis lalu mencoba cappuccino
dihadapannya
“kau
tahu cerita seputar cappuccino disini? Katanya pengunjung cappuccino disini ada
guna-gunanya” kataku yang membuat dia sedikit kaget. Dia berhenti dan meletakan
cangkirnya ditempat semula lalu menatapku penuh dengan rasa penasaran
“guna-guna?”
dia masih penasaran
“iya
guna-guna untuk memikat kekasih” jelasku “aku bisa buktikan, kau lihat gadis
remaja disana?” aku melihat gadis remaja yang datang dengan temannya yang
berada disisi lain kafe ini, dia mengikuti arah kemana aku memandang “minggu
lalu dicerita dengan teman bahwa ia ingin punya pacar dan kali ini dia datang
untuk memesan cappuccino disini dan kau bisa buktikan minggu depan dia akan
datang lagi dengan kekasihnya” kataku penuh yakin. Dia hanya menganggukan
kepalanya seakan mencerna semua perkataanku
“sebentar
nanti aku kembali lagi” kataku sambil beranjak meninggalkannya dan kembali
kecounter untuk membuatkan cappuccino pesanan gadis remaja tadi. Tak lebih dari
30 menit aku kembali duduk dihadapannya
“satu
saja cukup tak perlu dua cangkir” katanya begitu melihat aku meletakan cangkir cappuccino
yang lain
“ini
bukan untukmu tapi untukku” kataku sambil tersenyum sedang dia hanya tersipu
malu
“kau
yakin dengan rumor itu?” dia mesangsikan kebenaran rumor yang beredar tentang cappuccino
ditempat ini
“aku
tak tahu namun banyak yang percaya hal itu” kataku santai
“yang
benar?”
“kalo
salah kau bisa makan apapun sepuasnya disini gratis selama yang kau mau tapi
jika benar kau harus berani jadi kekasihku” kataku penuh keyakinan
“lho
kok gitu?” dia kaget dengan tawaranku
“diusia
kita tak perlu terlalu lama pendekatan mungkin seminggu cukup” kataku sambil
menuliskan sesuatu dikertas tisu lalu menyodorkan kepadanya “ini nomer hapeku”
dia melihat sekilas lalu menaruhnya diantara halaman novel yang tergeletak
dimeja yang yak sempat dia buka kali ini
“apa
guna-guna itu berlaku untukmu juga?” tanyanya ragu “kau kan pembuat cappuccino
itu mungkin kau punya penawarnya?” tanyanya ketika aku meminum cappuccino
milikku
“aku
tak tahu, ini pertama kalinya aku meminum cappuccino yang aku buat” kataku
santai yang membuatnya cukup terkejut
***
Seminggu berlalu aku menanti
dia dimeja faforitnya diwaktu yang sama. Dia datang dengan tampilan yang
berbeda dari sebelum-sebelumnya kali ini sangat cantik, dengan dandanan vintage
yang cocok untuk dia
“maaf
telat” katanya begitu melihatku sudah duduk menunggunya
“bisa
dimaklumi kau telat untuk tampilanmu
kali inikan?” kataku menggoda
“kau
bisa saja entah kenapa hari ini aku sangat ingin berpenampilan beda dari
biasanya” terus terangnya
“mungkin
hatimu telah mempersiapkan untuk kencan malam ini” aku kembali menggodanya “dan
siap untuk membuktikan perjanjian minggu kemarin?” kataku meyakinkannya. Dia
mengangguk, wajahnya penuh dengan kesan gugup.
Tepat 30menit setelah ia
datang, gadis remaja yang kemarin kami bicarakan datang dan benar ucapanku dia
datang dengan seseorang laki-laki seumurannya
“permisi
silakan ini menu yang ada disini” kata danu begitu mereka duduk “akhirnya
kalian datang berdua gak sendiri-sendiri kaya kemarin” canda danu
“ah
mas ini bisa aja biasa aja mas dua” kata laki-laki itu kedanu
“ok
deh tapi sedikit berbeda barista kami sedang ada urusan jadi untuk hari ini dia
libur”
“sayang
sekali semoga saja dia libur gara-gara kencan dengan pacarnya deh” ungkap sang
gadis
Aku tersenyum mendengar apa
yang diucapkan gadis itu dan dia hanya tersipu malu mendengarnya. Ya capicino
kaffe ini memang ada guna-guna untuk memikat kekasih.
Ska, 16 mei 2013
-untukmu penggemar berat cappuccino-