Senin, 24 Juni 2013

capuccino love potion


Untuk sekian kalinya aku melihat ia dikafe yang biasa aku kunjungi ini. Dia duduk merenungi waktu, terkadang dia membaca buku aku atau memandangi air yang turun melewati kaca jendela kala hujan turun. Kali ini dia datang dan duduk dimeja faforitnya, ditepi jendela. aku berniat menghampirinya namun kuurungkan niatku. Kulihat danu pemilik tempat ini terkebih dahulu menghapirinya
“spertii biasa dan?” tanyaku begitu dia mengahampiriku untuk menyerahkan  daftar pesanannya
“seperti biasa milkshake strawbery dan strawberry cake tenpa strowbery” kata danu “heran aku tiap minggu sekali dia kesini duduk ditempat yang sama diwaktu yang sama dan pesan menu yang sama milkshake strawbery dan strawbery cake tanpa strawbery” lanjut danu penuh keheranan
“tapi kamu udah siapin cake pesannannya kan?” tanyaku memastikan
“tak lupa setiap sabtu siang selalu aku siapkan khusus untuk dia pelanggan yang tak pernah berubah” katanya mantap
“mungkin untuk kali ini akan lain” kataku iseng
“maksudnya kamu mau ngasih yang lain buat dia? Klo keracunan gimana?” danu mulai khawatir
“tenang serahkan pada ahlinya” kataku menyombongkan diri tanpa menghilangkan konsentrasiku membuat pesanan hmm bukan pesanan sesuatu yang spesial untuk tamu spesial kafe ini
“ini untukmu” kataku sambil meletakan segelas cappuccino hangat dimeja lalu duduk dihadapannya
“aku itdak pesan capucinno hangat” katanya heran karena bukan merasa pesan cappuccino hangat
“ini spesial untuk pengunjung setia kami” kataku sambil tersenyum manis
“oh ya, terima kasih” katanya sambil tersenyum manis lalu mencoba cappuccino dihadapannya
“kau tahu cerita seputar cappuccino disini? Katanya pengunjung cappuccino disini ada guna-gunanya” kataku yang membuat dia sedikit kaget. Dia berhenti dan meletakan cangkirnya ditempat semula lalu menatapku penuh dengan rasa penasaran
“guna-guna?” dia masih penasaran
“iya guna-guna untuk memikat kekasih” jelasku “aku bisa buktikan, kau lihat gadis remaja disana?” aku melihat gadis remaja yang datang dengan temannya yang berada disisi lain kafe ini, dia mengikuti arah kemana aku memandang “minggu lalu dicerita dengan teman bahwa ia ingin punya pacar dan kali ini dia datang untuk memesan cappuccino disini dan kau bisa buktikan minggu depan dia akan datang lagi dengan kekasihnya” kataku penuh yakin. Dia hanya menganggukan kepalanya seakan mencerna semua perkataanku
“sebentar nanti aku kembali lagi” kataku sambil beranjak meninggalkannya dan kembali kecounter untuk membuatkan cappuccino pesanan gadis remaja tadi. Tak lebih dari 30 menit aku kembali duduk dihadapannya
“satu saja cukup tak perlu dua cangkir” katanya begitu melihat aku meletakan cangkir cappuccino yang lain
“ini bukan untukmu tapi untukku” kataku sambil tersenyum sedang dia hanya tersipu malu
“kau yakin dengan rumor itu?” dia mesangsikan kebenaran rumor yang beredar tentang cappuccino ditempat ini
“aku tak tahu namun banyak yang percaya hal itu” kataku santai
“yang benar?”
“kalo salah kau bisa makan apapun sepuasnya disini gratis selama yang kau mau tapi jika benar kau harus berani jadi kekasihku” kataku penuh keyakinan
“lho kok gitu?” dia kaget dengan tawaranku
“diusia kita tak perlu terlalu lama pendekatan mungkin seminggu cukup” kataku sambil menuliskan sesuatu dikertas tisu lalu menyodorkan kepadanya “ini nomer hapeku” dia melihat sekilas lalu menaruhnya diantara halaman novel yang tergeletak dimeja yang yak sempat dia buka kali ini
“apa guna-guna itu berlaku untukmu juga?” tanyanya ragu “kau kan pembuat cappuccino itu mungkin kau punya penawarnya?” tanyanya ketika aku meminum cappuccino milikku
“aku tak tahu, ini pertama kalinya aku meminum cappuccino yang aku buat” kataku santai yang membuatnya cukup terkejut
***
Seminggu berlalu aku menanti dia dimeja faforitnya diwaktu yang sama. Dia datang dengan tampilan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya kali ini sangat cantik, dengan dandanan vintage yang cocok untuk dia
“maaf telat” katanya begitu melihatku sudah duduk menunggunya
“bisa dimaklumi kau telat untuk  tampilanmu kali inikan?” kataku menggoda
“kau bisa saja entah kenapa hari ini aku sangat ingin berpenampilan beda dari biasanya” terus terangnya
“mungkin hatimu telah mempersiapkan untuk kencan malam ini” aku kembali menggodanya “dan siap untuk membuktikan perjanjian minggu kemarin?” kataku meyakinkannya. Dia mengangguk, wajahnya penuh dengan kesan gugup.
Tepat 30menit setelah ia datang, gadis remaja yang kemarin kami bicarakan datang dan benar ucapanku dia datang dengan seseorang laki-laki seumurannya
“permisi silakan ini menu yang ada disini” kata danu begitu mereka duduk “akhirnya kalian datang berdua gak sendiri-sendiri kaya kemarin” canda danu
“ah mas ini bisa aja biasa aja mas dua” kata laki-laki itu kedanu
“ok deh tapi sedikit berbeda barista kami sedang ada urusan jadi untuk hari ini dia libur”
“sayang sekali semoga saja dia libur gara-gara kencan dengan pacarnya deh” ungkap sang gadis
Aku tersenyum mendengar apa yang diucapkan gadis itu dan dia hanya tersipu malu mendengarnya. Ya capicino kaffe ini memang ada guna-guna untuk memikat kekasih.
Ska, 16 mei 2013
-untukmu penggemar berat cappuccino-

pohon mangga depan rumah

Siang itu ada yang berbeda ketika aku sampai didepan rumah. Ayah tengah sibuk membongkar teras depan rumah untuk ditinggikan, karena suda...