Rabu, 17 Oktober 2012

gelap


satu jam sudah kegelapan menyelimutiku hanya seberkas cahaya dari sepotong lilin kecil yang menemaniku menarikan kata-kata yang tak indah ini. diluar hujan telah berganti dengan gerimis yang menyejukan. ribuan tetes-tetes kecil air berlomba basahi apa yang ada dijumpainya tak terkecuali mereka yang tengah asik menyusuri jalanan yang penuh maple yang bingung akankah mengubah daunya jadi hijau atau akan tetap merah seperti jingga pada senja dimusim panas. kegelapan kian mencekam. lilin kecil tak sanggup lagi berikan cahayanya untuk terangi ruangan dimanan ia berada. ia lemah. ia lelah. ia tak punya apa lagi untuk bertahan



pohon mangga depan rumah

Siang itu ada yang berbeda ketika aku sampai didepan rumah. Ayah tengah sibuk membongkar teras depan rumah untuk ditinggikan, karena suda...