Hari kian larut
Bulan muncul berbalutkan gaun bertabur bintang
Pangeran malam pun menggodanya
Angin mengganggu mereka
Dengan sapuan dingin menyakitkan
Pejamkan mata dan berdoa
Semoga kita bisa rasakan hangatnya mentari esok hari
sebuah blog yang bisa dibilang tak bermanfaat bagi pembaca tapi sangat bermanfaat bagi sipenulis
Minggu, 22 Agustus 2010
Jumat, 13 Agustus 2010
Merindukanmu
Kala kusendiri
Kau hadir dalam anganku
Kala kuterlelap
Kau hadir dalam mimpi indahku
Tawamu...
Slalu terngiang dibenakku
Kau..
Slalu menghiasi hari-hariku
Tapi kini..
Kau dimana
Aku disini menantimu
Menanti kehadiramu
Sepi hatiku tanpa dirimu
Hampa hidupku tanpa dirimu
Hatiku...
Slalu menyebut namamu
Akankah rintihan hati ini akan kau dengar
Membisikan rasa
Yang menyesakan dada ini
Biarlah....
Biarlah bintang yang menjadi saksi
Dalam ratapku
Mengharapmu
Kau hadir dalam anganku
Kala kuterlelap
Kau hadir dalam mimpi indahku
Tawamu...
Slalu terngiang dibenakku
Kau..
Slalu menghiasi hari-hariku
Tapi kini..
Kau dimana
Aku disini menantimu
Menanti kehadiramu
Sepi hatiku tanpa dirimu
Hampa hidupku tanpa dirimu
Hatiku...
Slalu menyebut namamu
Akankah rintihan hati ini akan kau dengar
Membisikan rasa
Yang menyesakan dada ini
Biarlah....
Biarlah bintang yang menjadi saksi
Dalam ratapku
Mengharapmu
Langganan:
Postingan (Atom)
pohon mangga depan rumah
Siang itu ada yang berbeda ketika aku sampai didepan rumah. Ayah tengah sibuk membongkar teras depan rumah untuk ditinggikan, karena suda...
-
Kami sampai disebuah taman didataran tinggi dikota kami. Aku, mika dan 12 orang team asuhan mika mengadakan piknik merayakan kemenangan s...
-
Selama ini aku sering mengeluh kenapa hidup mereka lebih seru tapi setelah kudengar cerita mereka aku tersenyum aku benar-benar bersyukur de...
-
Siang itu ada yang berbeda ketika aku sampai didepan rumah. Ayah tengah sibuk membongkar teras depan rumah untuk ditinggikan, karena suda...