Pagi belum benar-benar muncul. Embun juga masih menanti waktu untuk
membasahi rerumputan tapi awan telah mengirimi asa sebuah pesan agar asa
bersiap lebih awal. Asa tak mengerti kenapa awan menyuruhnya seperti
itu yang dapat asa pahami, hari ini pasti akan ada sesuatu yang terjadi.
From awan
Bersiaplah satu jam lebih awal dari biasanya, pakai senyaman mungkin dan jangan lupa jaket dan masker kalau perlu sarung tangan juga
Itu pesan yang awan kirim kepada asa dan seperti yang awan beritahukan lewat pesan singkatnya, satu jam lebih awal dari rutinitas biasanya, awan sudah ada didepan rumah asa. Kali ini bukan si hitam crv yang menemani awan melainkan matic yang dulu selalu menemani awan menembus jalanan kota yang padat
"kemana si hitam?" tanya asa begitu melihat awan dihalaman rumahnya dengan simatic
"digarasi, kali ini pake matic, lama dia gak keluar kandang" ujar awan sekenanya "kenapa tak mau pake si matic?" awan bertanya seperti meragukan asa yang mengesankan tak ingin pergi menggunakan matic hitam milik awan
"bukan begitu hanya tak biasa aja lagi pula sudah lama aku tak menaiki matic hitammu. Aku pikir kau lupa akan dia soalnya kau selalu pakai siitem" jelas asa meluruskan dugaan awan yang salah
"ini lebih sering dipakai bulan jd aku pakai siitem" awan beralasan "ayo jalan udah siang nih" awan menyalakan matic hitamnya dan asa telah bersiap dibelakangnya untuk menembus jalanam bersama matic hitam, serasa nostalgia beberapa tahun lalu ketika awan masih sangat setia dengan simatic hitam
"kita mau kemana?" asa bertanya dengan sedikit berteriak. Rasa penasaran asa muncul, hari ini asa tak tahu akan dibawa kemana, rasanya seperti diculik dengan persetujuan
"suatu tempat untuk mengganti kencan kita yang tak pernah terlaksana" jerit awan agar suaranya dapat terdengar oleh asa
"iya tapi dimana?" asa sedikit kesal karena awan seperti itu lagi, tak mau memberi tahu akan kemana mereka kali ini
"kau akan tahu jika kita sudah sampai" jawab awa yang membuat asa semakin kesal
"itu sama saja kau tak mau memberi tahuku kemana kita akan pergi"
"yang jelas disana kau bisa makan sesuatu yang kau suka sepuas hatimu mungkin sampai kau tak mau makan lagi yang penting sekarang jangan pegangang yang kuat dan banyak bicara" awan mempercepat laju motornya dan asa memeluk punggung awan sekuat mungkin karena itu satu-satunya cara asa untuk perpegangan.
Perjalanan jauh pertama kali mereka dengan matic hitam milik awan. Awan melajukan arah motornya menjauhi kota, lambat laun suasana berubah dari pemandangan kota yang kanan kiri dipenuhi dengan toko dan perumahan kini berbeda, sesekali mereka melewati sawah, hutan, desa. Sesuatu yang baru bagi asa yang hanya bisa menikmati yang membosankan dikesehariannya.
"yap kita sampai" awan menghentikan motornya tepat dipintu masuk salah satu resto kebun yang membuat asa tak berhenti tersenyum senang. Tak percuma perjalanan panjang mereka yang melewati jalan berliku selama hampir dua jam
"resto dan kebun stroberry?" gumam asa
"iya, disini kau bisa makan strobery sepuasmu" awan meyakinkan asa bahwa ditempat ini asa bisa makan yang ia suka sepuas hati
"sepuasku?" asa masih merasa ragu dengan ucapan awan dan awan mengangguk mantap meyakinkan asa
"makan sepuasmu. Tian tak akan masalah dia masih punya stok stroberry yang banyak untuk memenuhi kebutuhan restonya seharian" jelas awan "tapi saranku jangan terlalu banyak kau wajib mencoba menu spesial disini" awan menyarankan sesuatu yang membuat asa bimbang, mencoba sesuatu yang baru dari yang dia suka sepertinya cukup menarik bagi asa
"tian? Siapa dia?" asa penasaran dengan nama seseorang yang awan sebut
"tian dia temanku sekaligus pemilik resto ini"
Tak lama setelah mereka memakirkan matic hitam, seseorang menghampiri mereka dan menyalami awan
"gimana perjalanannya? Seru?" orang itu menanyakan bagaimana perjalanan yang asa dan awan lakukan
"sekali lebih menyenangkan daripada mengendarai mobil. Oia kenalkan ini asa dan asa ini tian temanku sekaligus pemilik tempat ini" awan memperkenalkan asa kesalah satu teman baiknya. Asa menyalami orang yang bernama tian itu
"jadi ini calonmu yang suka banget sama stroberry itu?" mereka tersenyum "beruntung kamu asa datang pagi masih banyak strobery yang belum dipetik sama pelanggan lainnya" kata tian sambil tersenyum
"terima kasih maaf merepotkan" kata asa sopan, sambil berusaha menahan senang
"gak pa2 santai saja oia aku siapin tempat digazebo paling luar dan maaf tak bisa menemani kalian soalnya harus cek diperkebunan lainya nanti ada ujo dia siap membantu kalian, ok aku tinggal dulu ya" dia pamit, awan dan asa kembali menyalami tian sebelum dia berlalu kemobilnya
Asa berjalan mengikuti awan, sepertinya awan sudah hafal akan tempat ini hingga dengan mudah awan menemukan tempat yang tian maksud. Sebuah gazebo kecil terpisah dari lainnya, letaknya lebih dekat dengan kebun strobery dan teh dengan pemandangan yang indah. Semuanya cukup untuk membayar rasa capek perjalanan panjang tadi
"terima kasih" ucap asa tulus sambil tak lepas menatap apa yang alam sajikan dihadapannya
"untuk?" awan bertanya seakan tak mengerti untuk apa asa berterima kasih
"untuk semuanya, untuk kencan tertunda kita"
ska, tgl dan bulannya Lupa
From awan
Bersiaplah satu jam lebih awal dari biasanya, pakai senyaman mungkin dan jangan lupa jaket dan masker kalau perlu sarung tangan juga
Itu pesan yang awan kirim kepada asa dan seperti yang awan beritahukan lewat pesan singkatnya, satu jam lebih awal dari rutinitas biasanya, awan sudah ada didepan rumah asa. Kali ini bukan si hitam crv yang menemani awan melainkan matic yang dulu selalu menemani awan menembus jalanan kota yang padat
"kemana si hitam?" tanya asa begitu melihat awan dihalaman rumahnya dengan simatic
"digarasi, kali ini pake matic, lama dia gak keluar kandang" ujar awan sekenanya "kenapa tak mau pake si matic?" awan bertanya seperti meragukan asa yang mengesankan tak ingin pergi menggunakan matic hitam milik awan
"bukan begitu hanya tak biasa aja lagi pula sudah lama aku tak menaiki matic hitammu. Aku pikir kau lupa akan dia soalnya kau selalu pakai siitem" jelas asa meluruskan dugaan awan yang salah
"ini lebih sering dipakai bulan jd aku pakai siitem" awan beralasan "ayo jalan udah siang nih" awan menyalakan matic hitamnya dan asa telah bersiap dibelakangnya untuk menembus jalanam bersama matic hitam, serasa nostalgia beberapa tahun lalu ketika awan masih sangat setia dengan simatic hitam
"kita mau kemana?" asa bertanya dengan sedikit berteriak. Rasa penasaran asa muncul, hari ini asa tak tahu akan dibawa kemana, rasanya seperti diculik dengan persetujuan
"suatu tempat untuk mengganti kencan kita yang tak pernah terlaksana" jerit awan agar suaranya dapat terdengar oleh asa
"iya tapi dimana?" asa sedikit kesal karena awan seperti itu lagi, tak mau memberi tahu akan kemana mereka kali ini
"kau akan tahu jika kita sudah sampai" jawab awa yang membuat asa semakin kesal
"itu sama saja kau tak mau memberi tahuku kemana kita akan pergi"
"yang jelas disana kau bisa makan sesuatu yang kau suka sepuas hatimu mungkin sampai kau tak mau makan lagi yang penting sekarang jangan pegangang yang kuat dan banyak bicara" awan mempercepat laju motornya dan asa memeluk punggung awan sekuat mungkin karena itu satu-satunya cara asa untuk perpegangan.
Perjalanan jauh pertama kali mereka dengan matic hitam milik awan. Awan melajukan arah motornya menjauhi kota, lambat laun suasana berubah dari pemandangan kota yang kanan kiri dipenuhi dengan toko dan perumahan kini berbeda, sesekali mereka melewati sawah, hutan, desa. Sesuatu yang baru bagi asa yang hanya bisa menikmati yang membosankan dikesehariannya.
"yap kita sampai" awan menghentikan motornya tepat dipintu masuk salah satu resto kebun yang membuat asa tak berhenti tersenyum senang. Tak percuma perjalanan panjang mereka yang melewati jalan berliku selama hampir dua jam
"resto dan kebun stroberry?" gumam asa
"iya, disini kau bisa makan strobery sepuasmu" awan meyakinkan asa bahwa ditempat ini asa bisa makan yang ia suka sepuas hati
"sepuasku?" asa masih merasa ragu dengan ucapan awan dan awan mengangguk mantap meyakinkan asa
"makan sepuasmu. Tian tak akan masalah dia masih punya stok stroberry yang banyak untuk memenuhi kebutuhan restonya seharian" jelas awan "tapi saranku jangan terlalu banyak kau wajib mencoba menu spesial disini" awan menyarankan sesuatu yang membuat asa bimbang, mencoba sesuatu yang baru dari yang dia suka sepertinya cukup menarik bagi asa
"tian? Siapa dia?" asa penasaran dengan nama seseorang yang awan sebut
"tian dia temanku sekaligus pemilik resto ini"
Tak lama setelah mereka memakirkan matic hitam, seseorang menghampiri mereka dan menyalami awan
"gimana perjalanannya? Seru?" orang itu menanyakan bagaimana perjalanan yang asa dan awan lakukan
"sekali lebih menyenangkan daripada mengendarai mobil. Oia kenalkan ini asa dan asa ini tian temanku sekaligus pemilik tempat ini" awan memperkenalkan asa kesalah satu teman baiknya. Asa menyalami orang yang bernama tian itu
"jadi ini calonmu yang suka banget sama stroberry itu?" mereka tersenyum "beruntung kamu asa datang pagi masih banyak strobery yang belum dipetik sama pelanggan lainnya" kata tian sambil tersenyum
"terima kasih maaf merepotkan" kata asa sopan, sambil berusaha menahan senang
"gak pa2 santai saja oia aku siapin tempat digazebo paling luar dan maaf tak bisa menemani kalian soalnya harus cek diperkebunan lainya nanti ada ujo dia siap membantu kalian, ok aku tinggal dulu ya" dia pamit, awan dan asa kembali menyalami tian sebelum dia berlalu kemobilnya
Asa berjalan mengikuti awan, sepertinya awan sudah hafal akan tempat ini hingga dengan mudah awan menemukan tempat yang tian maksud. Sebuah gazebo kecil terpisah dari lainnya, letaknya lebih dekat dengan kebun strobery dan teh dengan pemandangan yang indah. Semuanya cukup untuk membayar rasa capek perjalanan panjang tadi
"terima kasih" ucap asa tulus sambil tak lepas menatap apa yang alam sajikan dihadapannya
"untuk?" awan bertanya seakan tak mengerti untuk apa asa berterima kasih
"untuk semuanya, untuk kencan tertunda kita"
ska, tgl dan bulannya Lupa