Aku duduk menikmatai apa yang ada disekitarku sambil memandang langit yang penuh akan bintangsambil menunggu pagi yang indah akan datang menjemput sang malam. Angin berhembus perlahan,kurapatkan jaket yang kukenakan, api unggun yang ada dihadapanku tak banyak berpengaruh hawa pantai malam hari namun itu tak surutkan keceriaan disekitarku. Aku sedang berada diforum tak resmi yang sedang mengadakan makrab lebih tepatnya menginap bersama disebuah panati dikotaku. Aku masih menikmati malam yang indah sambil sesekali tersenyum melihat kelakuan temanku yang terkadang tak bisa disangka.
“hei kok diam aja?”dia yang kukenal beberapa bulan yang lalu semenjak ia masuk diforum ini. Sebenarnya ia telah mengenalku sejak sekolah menengah pertama namun aku saja yang tak suka berkeliaran diluar kelas.
“tak apa Cuma menikmati suasana sambil merekam smuanya dengan ini”aku menganggapinya sambil menunjuk mata. Aku lebih suka mengamati daripada harus berbicara karena aku pikir itu bukan aku banget. Dia tersenyum.
“kapan berangakat?”dia memancngku untuk berbicara lagi setelah sejenak kami saling diam.
“mungkin dua minggu lagi itu jujur bohong kalau aku bilang takkan berangkat lagi kesana”kataku berbelit.
“masih dua minggu lagi masih bisa menjelajahi kota ini sampaii pelosoknya.”katanya menghiburku karena dia tahu aku suka sekali berkeliling kota dimana aku dilahirkan. Kota ini tak pernah membosankan walaupun aku sudah menjelajahinya berulang kali
“sepertinya menarik namun sayang sekali aku sedang tak ingin berjelajahi aku hanya ingin menikmati suasana seperti ini ramai walau aku hanya berdiam diri, hangat, sangat berbeda dengan suasana saat kita ada diluar kota. Pokoknya suasana yang sangat kurindukan setelah suasana rumah yang sepi namun tak membosankan”ucapku panjang lebar. Dia kembali tersenyum. Kulirik dia sedang memandang langit malam.
“malam yang indah yah walau bulan tak penuh”ucapnya sambil tetap memandang langit malam.
“iya lebih indah jika kau nikmati dari ketinggian”jawabku sambil menatap langit malam. Kami terdiam. Kudengar dia menghembuskan nafas dengan berat seakan ada sesuatu yang tertahan.
“kau pernah jatuh cinta? Bagaimana rasanya? Ceritakan padaku”dia bertanya sambil tetap menatap langit. Angin berhembus menerpa wajahku rasa dinginnya membuaatku semakin susah untuk berpikir. Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
“kau pernah jatuh cinta? Bagaimana rasanya? Ceritakan padaku”dia bertanya sambil tetap menatap langit. Angin berhembus menerpa wajahku rasa dinginnya membuaatku semakin susah untuk berpikir. Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
“kata nidji kau bisa mendengar nyanyian dewa-dewi, bulan akan datang menemanimu melwati malam yang dingin ada juga yang bilang seperti ada kupu-kupu menari dalam perutmu, ada yang bilang kau benci tapi kau butuh dirinya namun menurutku ada sesuatu yang tak bisa disebutkan bagaimana apa dan mengapa yang jelas kau tak bisa jelaskan semuanya”jelasku panjang”kau sedang mengalaminya?”lanjutku. kulihat senyum tersungging dibibirnya itu sudah menjelaskan bahwa ia sedang mengalami hal itu.
“ya beberapa minggu ini aku merasakan smua yang kau bicarakan tadi”katanya singkat
“siapa dia beruntung sekali orang itu ayo ceritakan padaku”aku memaksa untuk memberi tahu siapa perempuan itu.
“dia tak terlalu cantik namun sangat menarik bagiku senyumnya sangaat tulus. Dia berbeda dari semua perempuan yang kukenal. dia baik tak sungkan walau terkadang awalnya dia menolak tapi tetap saja ia akan membantumu aku mengerti kenapa dia begitu karena sesuatu itu sulit baginya”dia terdiam sejenak menarik nafas dan menghembuskannya dengan berat seolah menandakan rasa bersalah”namun aku selalu menghubunginya jika aku perlu bantuannya. Bukan berarti aku ingat dia karena aku butuh dia tapi karena aku bingung bagaimana aku harus memulai terkadang aku menyiapkan pesan yang kukirim tapi semuanya hanya menumpuk drafts pesan dihandphone”dia berhenti dan tertunduk lemas
“kau harus berani tak banyak perempuan seperti itu dan kau akan sangat menyesal jika kau sampai kehilangannya”aku mencoba memberinya semangat
“sepertinya aku akan bialng malam ini sebelum ia tenggelam dengan kesibukannya”katanya penuh semangat namun tiba-tiba dia tertunduk lemas kembali”aku tak yakin bisa dapatkan nnya mana mungkin pria biasa sepertiku ini dapatkan wanita tak biasa seperti dia”
“jangan patah semangat dulu donk ah”aku kembali memberinya semangat. Ini bukan dia yang kukenal selama ini. Dari aku bertemu dengannya beberapa bulan lalu tak pernah aku melihatnya seperti saat ini sangat tak bersemangat serta sangat tak berani ”atau kau mau berlatih dulu sebelum kau mengatakannya jadi kau siap apapun jawaban yang dia berikan bagaimana?”tawarku yang sangat ngaco.
“sepertinya menarik”kata singkat dan bersiap”aku suka kau, kau mau jadi pacarku?”katanya singkat dan langsung pada intinya. Aku terdiam mampu berkata. Ada sesuatu yang aneh terjadi padaku.
“nggak”jawabku spontan tak semapt aku memikirkan apa yang tengah kurasakan dan dia tertunduk lemas kembali sepertinya aku salah memberi respo
“kau saja tidak mau apa lagi dia”katanya semakin tak bersemangat”aku butuh respon yang positif agar aku lebih bersemangat”. Aku menganggukan kepala dan dia kembali berbicara
“aku suka kau, kau mau jadi pacarku?”
“aku juga suka kau dan aku mau jadi pacaarmu”aku menjawab setelah meyakinkan perasaanku ini bukan untukku dan aku hanya membantunya. Kami terdiam kulirik dia kini tersenyum sambil menatap langit. Wajahnya kembali tenang seperti seakan semua beban telah hilang darinya.
“hei aku kau belum memberitahuku siapa perempuan itu dan kapan kau akan mengatakan smua itu?”aku teringat dia belum memberitahuku siapa perempuan itu.
“aku sudah mengatakannya dan dia ada disampingku”katanya sambil menatapku dan tersenyum lalu bangkit untuk bergabung dengan mereka yang tengah asik berdendang ria disebrang api ungggun dan aku hanya masih tak percaya....