Sudah 10 menit asa memandang kearah luar dari beranda lanatai dua rumahnya. Tangan nya terlipat didadanya berusaha agar badannya tetap hangat dari hawa dingin akibat cuaca yang kurang mendukung. Asa selalu kesal ketika hujan turun, bukan karena cucian yang tak akan kering dengan cepat atau bukan karena ada air dimana
“sudahlah jangan kesal terus” awan menghampiri asa dan menyodorkan segelas teh hangat kepada asa. Asa menerimanya dan dengan segera ia menangkupkan kedua telapak tangannya di mug yang hangat itu
“aki bukan kesal tapi aku hanya tak suka ketika hujan” jelas asa lalu menyeruput teh hangatnya
“pembelaan yang sama. Dari kenal kamu dulu sampai sekarang kamu tuh selalu kesal ketika hujan, kenapa?” tanya awan yang belum tahu kenapa asa tak suka akan hujan
“hujan itu tak menyenangkan” jawab asa singkat
“kenapa?” awan kembali penasaran
“semuanya basah air dimana-mana, dingin, semuanya serba repot, semuanya terhambat dan tak ada matahari ketika hujan” jelas
“oo hanya kerena semua itu kamu tak suka hujan” awan kembali menimpali jawaban asa tanpa lepas pandangannya dari hujan yang mengguyur rumah mereka
“bukan hanya itu karena hujan aku tak bisa menikmati matahari aku tak bebas berjalan diluar semauku” tambah asa
“tak selamanya hujan itu tak indah, bagi sebagian mereka dapat menghasilkan sesuatu ketika hujan katanya suara tetesan air dapat membuat pikiran tenang” jelas aawan
“itu bagi orang lain kalau bagiku beda” sanggah asa “jika disuruh memilih lebih baik mana hujan atau hari penuh dengan matahari?”
“yang jelas kau akan memilih hari yang penuh akan matahari” awan melirik asa dan asa mengangguk “aku lebih memilih hujan karena..” awan tak melanjutkan perkataannya. Ia menarik tangan asa menuju sofa yang menghadap keluar, kearah hujan yang masih setia membasahi bumi, lalu duduk disana “karena aku bisa menikmati lebih banyak waktu bersamamu. Berdua bersamamu tanpa ada yang lain tanpa hingar bingar hanya ada kamu aku dan ketenangan” lanjut awan yang disambut senyum dari asa.
Pemalang, 18 januari 2014
Rindu akan hangat mentari