Rabu, 15 Januari 2014

Semua seimbang

mungkin tak banyak orang yang mengalami yang aku alami, 3x hari yang seimbang, bukan hari yang selalu sial atau hari yang selalu beruntung tapi benar2 hari yang seimbang antara keduanya.

hari pertama, aku pikir hari itu sial, aku dan temanku pergi kesebuah biaskop disalah satu mall untung mendapatkan voucher gratis nonton. kami berangkat
menerjang gerimis yang tak kunjung henti dari pagi dan mengantri cukup lama namun kami keabisan voucher tapi
ternyata tidak aku mendapatkan apa yang aku cari untuk kado ibuku kami mendapat kesempatan untuk menikmati
waktu promosi salah satu fastfood dan kami juga berkesempatan bagaimana para penggiat sekaten mempersiapkan semua peralatan yang diperlukan untuk
memeriahkan acara itu.

hari kedua, berbekal poin dari salah satu provaider ponselku aku mencoba lagi ketempat yang sama, kali ini dengan mudahnya kami mendapat voucher nonton, tak perlu mengantri panjang seperti sebelumnya. hari yang beruntung? ternyata tidak. kami kehabisan bus dan angkutan kota, kami harus berjalan jauh untuk mendapatkan taksi yang lebih murah dibandingkan
ditempat kami nonton.

hari ketiga, kami kembali berniatan untuk nonton lagi kali ini kami tak mengandalkan voucher gratisan lagi karena film yang akan kami tonton tidak masuk syarat yang diperbolehkan oleh voucher nonton, namun film yang akan kami tonton telah tergusur dari list pemutaran, sial tidak juga, kami malah menonton film dengan setting sebagian besar dikota paling romantis, paris, katanya.

semuanya seimbang tak ada yang lebih disalah satu sisi dan ada makna dibalik semuanya seperti hari pertama kami mengerti bagaimana harus berjuang demi kehidupan. hari kedua kami diberi kesempatan untuk menikmati suasana malam, mulai dari sepi ramai dan sepi
lagi. dan dihari ketiga kami diberi kesempatan agar orang lain berbuat kebaikan ketika dengan tak sengaja aku meninggalkan roti untuk ulang tahun temanku disalah satu halte bis kota dan dengan baik hatinya penjaga itu
mengantarkan roti itu untuk kami serta kami juga diberi waktu untuk menikmati senja dengan jingganya dan lalulalang lalu lintas sore itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pohon mangga depan rumah

Siang itu ada yang berbeda ketika aku sampai didepan rumah. Ayah tengah sibuk membongkar teras depan rumah untuk ditinggikan, karena suda...