Senin, 28 Oktober 2013

Bukan Tak Ada tapi Belum


Aku kembali berada dilingkaran teman-temanku yang terkadang membuatku bosan. kenapa? Ya terkadang mereka memintaku untuk datang menghadiri acara yang bisa dinbilang reuni namun mereka sibuk dengan teknologi yang terkadang membuat orang semakin ribet. Aku bosan. ina ia sibuk dengan handphonenya sibuk berkirim pesan dengan salah satu sahabatnya selain kami yang dia panggil dengan salah satu jenis spasies binatang. Ima juga sibuk dengan ponselnya berkirim pesan dengan sang arjuna dan ike juga sibuk berbbm ria dengan temannya yang sesama pengguna smartphone dengan jenis yang sama. Dan aku hanya bosan menanti mereka berhenti dari dunia mereka sendiri dan mulai menganggap aku ada diantara merek
‘kalau tahu begini jadinya mending bawa ransel dan kubawa semua komik yang kupunya’ keluhku dalam hati. 30 menit berlalu batrai mp3 player yang semalam tak aku isi sudah mulai habis begitu minuman yang kupesan juga sudah hampr habis dan mereka masih saja sibuk dengan dunia masing-masing
“aku pulang duluan ya..” kataku sambil siap-siap beranjak pergi, semua kaget dan reflek ima yang ada didekatku menahan tanganku
“nanti, kita belum mendapat apa yang kita ingin tahu” kata ima. Aku kembali keposisiku semula duduk didekat ima
“percuma aku disini sementara kalian sibuk dengan dunia masing-masing” keluhku
“ok kita berhenti” kata ina sambil menaruh ponselnya di meja “jadi apa yang terjadi diantara kamu dengan dia” tandas ina langsung kepokok pembicaraan
“iya mba ada apa? Jangan buat kami penasaran” lajut ike
“udahlah mba bilang aja kami dukung selama kamu mau cerita kekita” lajut ima
Aku hanya menghela nafas ‘ini lagi’ itu jawaban yang terlintas diotaku namun tak bisa keluar dari mulutku
“kamu gak mau jawab mba? Kita panggil tersangka utama yang bikin teman kita tak mau cerita ke kita” kata ima tegas. Mereka bertiga langsung mengambil ponsel masing-masing dan mengirim pesan mungkin keseseorang yang sama dan aku masih diam
“ayo mba jujur aja ada apa kamu dengan dia?” ike kembali menanyakan dengan pertanyaan yang sama
“ iya mba ayo jujur aja” kata ina
“iya mba” ima menyetujui semua yang dikatakn sahabatnya
“okok aku jawab aku tak ada apa-apa dengan dia” ya memang tak ada apa-apa diantara aku dan dia. Kami Cuma sebatas teman baik itu saja
“bukan tidak ada apa-apa tapi belum” sebuah suara yang kekenal menimpali perkataanku
“jadi kapan?” sahut ina
“tunggu saja tanggal terbitnya” kata suara itu lalu menarik tanganku dan mengajakku beranjak dari tempat itu, pergi dari kepungan yang sahabat-sahabatku sedang aku masih bingung dengan situasi yang terjadi bagaimana bisa dia ada disini? Ditambah ina, ima dan ike yang tersenyum seperti menandakann sesuatu yang membahagiakan akan terjadi membuatku semakin ingin berteriak.

Note: terima kasih untuk ftv tengah malam atas dialog yang menyenangkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pohon mangga depan rumah

Siang itu ada yang berbeda ketika aku sampai didepan rumah. Ayah tengah sibuk membongkar teras depan rumah untuk ditinggikan, karena suda...