aku duduk dengan gelisah ditempat biasa aku dan awan menghabiskan malam minggu jika kami ingin. sesekali aku melirik jam yang melingkar manis dipergelangan tangan kiriku. masih ada waktu 3jam untuk merayakan hari bahagianya namun aku takut tak bisa merayakan dengannya. aku kembali melirik pergelangan tanganku, 9.30, sudah setengah jam aku menanti dia. baru setengah jam yang lalu aku mendapat dari ayah untuk keluar rumah untuk menemuainya dan yang aku takutkan jika sampai pukul 10 ia tak datang maka hilanglah kesempatan kami untuk merayakan hari bahagianya bersama. 9.40 dia datang dengan tergesa-gesa, seperti biasanya
"maaf pekerjaanku menuntutku pulang malam" katanya begitu duduk dihadapanku dan menenggak minumanku. ah bukan seperti dia yang biasanya yang tak suka merebut sesuatu milik yang lain mungkin kali ini benar-benar butuh sesuatu untuk meredakan keadaan
"iya aku mengerti ada sesuatu yang harus aku bicara hari ini juga saat ini juga" kataku penuh ragu
"tak usah terburu kita masih punya cukup waktu untuk bersama malam ini" katanya menangkanku lalu memesan sesuatu untukku dan untuk dirinya sendiri
"tapi kamu janji kamu tak akan marah setelah aku mengatakan semuanya" aku kembali ragu dan dia mengangguk. aku melirik jam dipergelangan tanganku. 09.50
"selamat ulang tahun dan aku harus mengninggalkanmu sekarang juga" akhirnya aku berkata namun tak ingin beranjak pergi
"terima kasih dan sepertinya itu kado yang sama seperti yang ku beri padamu beberapa waktu lalu" katanya tenang
"bukan itu maksud aku benar2 harus pergi ayah hanya mengijinkanku sampai pukul 10" kataku sambil bersiap untuk meninggalkannya. dia menggenggam tanganku mencoba menahanku sambil tertawa kecil, aku bingung seperti ada sesuatu yang disembunyikannya
"jangan pergi kita nikmati malam ini beberapa waktu lagi" katanya
"ayah tak mengijinkanku" aku
"ayah memang tidak mengijinkanmu tapi beliau mengijinkanku untuk bersamamu sampai tengah malam nanti" kata awan pada akhirnya, aku kaget "sebelum kesini aku kerumahmu meminta ijin ke ayah agar memperbolehkanmu pulang satu jam lebih larut dari biasanya namu tak kusangka beliau mengijinkanmu pulang dua jam lebih larut dibanding malam minggu sebelumnya" jelasnya
"maaf aku tak sempat membelikanmu hadiah" kataku penuh penyesalan
"tak perlu aku tak butuh hadiah darimu" katanya santai
"lalu apa yang kau minta dariku dihadiah ulang tahunmu?" aku mempertanyakan sesuatu sebagai hadiah
"aku hanya minta kau selalu disampingku hari ini, besok, lusa dan seterusnya itu lebih dari sesuatu didunia ini, kamu maukan?" ungkapnya. aku mengangguk mengiyakan pertanyaanya
awanku, awan yang selalu memberikan kejutan kepada siapapun mesti dihari ulang tahunnya sendiri, awan yang tak akan pernah mendung yang akan mengiringi perjalanan hidupku.
ska, 17 november 2013
-kupersembahkan untuk awanku yang berbanding terbalik dengan dia yang dia sana-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar