Jumat, 13 Desember 2013

Kejutan Pagi Hari

hari masih pagi dan aku masih santai didepan televisi dirumah, belum mandi bahka kekamar mandi untuk cuci muka pun belum aku lakukan. pagi dirumah memang seperti itu jika tak ada kegiatan menantiku berbeda dengan saat aku dikota perantauan, begitu aku membuka mata yang kupikirkan bagaimana agar aku bisa mendapat giliran mandi paling dahulu.
pagi itu, pagi yang menyenangkan. pagi dengan ayah yang telah bersiap dengan segala ceritanya yang tak bisa diceritakan ketika aku berada dikota perantauan, tak lupa camilan kesukaan ayah juga menemani kami diruang tengah rumah.
kami bercerita diiringi musik dari tetangga sebelah rumah yang kebetulan hari itu menikahkan anaknya dan tanpa kuduga ayah menceritakan sebuah cerita menyangkut kejadian yang terjadi dengan tetangga sebelaha. ayahku berkata
  "kalau ayah dan ibu memaksa kehendak kami mungkin bulan ini ayah akan punya hajat lagi" kata ayahku santai
  "maksudnya yah?" aku mengutarakan kebingunganku
  "kalau ayah memaksa kehendak ayah, bulan ini kamu akan menikah. teman baik ayah memintam jadi menantunya" kata ayah tenang
  "kok bisa? lah trus?"
  "ayah ibumu hanya bisa jawab semuanya tergantung kamu lagi pula kamu masih kuliah dan ayah tak mau memaksamu, walau ayah tahu maksud teman ayah itu baik dia ingin keluarga kita lebih dekat lagi" jelas ayah, untuk pertama kalinya ayah menolak seseorang yang meminta putrinya, aku tersenyum. rasanya lega sekali tak perlu menjelaskan sesuatu kepada dia walau sempat terpikir apa yang akan terjadi antara aku dan dia jika semua itu terjadi.

pemalang, 11 oktober 2013
-ayah, pilihanmu untukku tepat sekali dan suatu hari nanti kau harus tahu putri kecilmu ini sudah punya seseorang yang disayang selain ayah dan ibu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pohon mangga depan rumah

Siang itu ada yang berbeda ketika aku sampai didepan rumah. Ayah tengah sibuk membongkar teras depan rumah untuk ditinggikan, karena suda...