selalu ada kisah disetiap langkah
selalu ada cerita dibalik sebuah perjalanan. seperti saat itu, tak berdasar pada sebuah rencana aku berangkat. kalau tidak sekarang kapan lagi? menjadi penentu keputusanku untuk melakukan perjalanan saat itu. Dan sebuah cerita dimulai saat aku melangkahkan kaki dari zona nyaman, zona nyaman dengan hangat peluk selimut dan wangi alam dari pengharum ruangan. Sejenak aku tinggalkan semua itu untuk mencari hangat dan wangi alam yang sesungguhnya ditemani 7 orang yang baru aku kenal saat aku melangkah dari zona nyaman dan seorang yang kukenal baik 4 tahun belakangan.
Aku memulai dengan langkah kecil untuk mencapai sebuah puncak, langkah2 yang mengingatkanku akan arti sebuah perjuangan, rasa kebersamaan dan langkah yang semakin menyadarkanku betapa kecilnya diri ini ditengah alam yang kujelajahi.
Setapak demi setapak kaki ini melangkah dengan sesekali menggapai uluran tangan dari mereka yang senang sekali membantuku melewati tanjakan terjal walau aku baru dikenal oleh mereka beberapa jam sebelumnya.
Sampai puncak atau tidak tak terpikir olehku, yang terlintas hanya rasa bersyukur sudah sejauh ini kakiku melangkah meninggalkan pelukan sleepingbag dan hangatnya minuman panas dimalam sebelumnya. "Jika disini saja sudah seindah ini apalagi saat dipuncak?" otakku mulai berdialog dengan diriku, mengajak insting manusia yang selalu merasa tak cukup untuk mendapatkan lebih dari yang ditawarkan saat diperjalanan, dialog sederhana penggugah semangat saat badan dirasa tak sanggup lagi untuk melanjutkan langkah.
Yap yang ditawarkan dipuncak jauh lebih indah tapi tak lantas membuat lupa apa yang menemaniku disepanjang perjalanan dari saat aku melangkah keluar dari zona nyaman hingga berdiri ditanah tertinggi nomer 9 dipulau jawa, ah bukan aku tidak berdiri dipuncak merbabu aku hanya duduk dan menikmati suasana dengan caraku yang berbeda dari yang lain. Disaat yang lain merayakan akhir perjalanan mereka dengan berfoto yang pasti akan diperlihatkan semuanya kalau sudah pernah berada disalah satu puncak gunung dijawa tengah, sedang aku hanya duduk lalu tertidur tak tepikir untuk foto2 lalu memajangnya difacebook, instagram atau path. Aku selalu punya cara tersendiri menikmati sesuatu, merekamnya dengan kamera terhebat dan tercanggih yang tak akan pernah dikalahkan oleh manusia yang mulai aku kaburkan lensanya dan dengan memory terbesar mengalahkan memory super komputer yang cpunya gedenya minta ampun, atau cuma duduk termangu bersyukur dengan keindahan alam yang masih bisa aku nikmati.
Mungkin ini paragraft terakhir, paragraft dimana aku mengucapkan terima kasih untuk 7 orang baru dan seorang teman baik. Terima kasih Edi, Agung, Brenda, Gosan, Gio, Amir, dan Eko, team pendaki dari fisika uns 2010, terima kasih dengan sabar menemani orang dengan tampilan petualang abis tapi baru ngrasain bagaimana berpetualanganya sebenarnya dan terima kasih untuk semua uluran tangan kalian lain kali jangan kapok untuk mengajaku lagi. Terima kasih Deni, tanpamu mungkin aku gak bisa merasakan bagaimana berpetualang yang sebenarnya. Untuk semuanya terima kasih untuk pengalaman yg seru.
merbabu, 23 November 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar