Kamis, 27 September 2012

ramadhan 21


Teringat kembali akan kejadian sehari tepat sebelum bulan puasa tahun lalu. Aku tak tahu setan apa yang merasukiku pagi itu yang ku tahu begitu aku bangun dari tidurku kudapati rumah dalam keadaan sepi hanya ada mbahku yang tiduran dikursi depan televisi. entah kenapa aku langsung tak berminat membagi suaraku dengan siapapun dengan mbahku sekalipun. benar-benar yang sepatah katapun keluar dari mulutku. Itu akhir dari hari-hariku yang penuh kebosanan. Setahun berselang ramadhan ke 21 aku mendapat telepon agar aku cepat kembali kekota asalku entah kenapa sepertinya ada sesautu yang seharusnya aku tahu namun mereka tak menceritakan padaku. sesampainya dikota asalku, aku dijemput sepupuku, sepupuku yang malam sebelumnya berjanji akan menjemputku walaupun aku tahu saat itu dia hanya bercanda denganku saja. dan betapa terkejutnya aku begitu sampai aku dipelataran rumah. Banyak orang didepan rumahku dan aku aku tahu ketika aku memasuki rumah. beliau yang biasanya menyambutku sambil duduk dibangku  didepan televisi kini tak ada. beliau menyembutku sambil tidur dengan wajah yang yang tenang sangat tenang bahkan melebihi ketenangannya saat tidur tak kuasa kubendung air mata ini ya beliau sudah sempurna dalam menjalani hidup ini. beliau sudah menjalani takdir terkahirnya sebagai manusia. semoga beliau tenang disisi Dia. Dia penguasa seluruh isi alam ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pohon mangga depan rumah

Siang itu ada yang berbeda ketika aku sampai didepan rumah. Ayah tengah sibuk membongkar teras depan rumah untuk ditinggikan, karena suda...