Entah saat itu malam minggu atau malam jum’at mereka tak
peduli. Saat itu asa dan awan tengah duduk menikmati malam disalah satu kafe di
daerah ayani selatan. Keduanya masih terdiam. Asa mengaduk-aduk cola floatnya
yang tak tersisa ice cream karena langsung ludes begitu minuman itu datang,
sedang awan tak jauh beda dengan asa, dia mengaduk-aduk lemon squash, berusaha
agar sari lemon yang ada didasar tercampur dengan soda. Setelah sekian lama
akhirnya asa memulai pembicaraan
“berharap
ada seseorang bilang gini ‘I’m in love with you and all your little things’”
kata asa penuh harap.
“ya
udah biar aku aja” awan mengatur posisi duduk dan nafasnya seolah akan
mengucapkan sesuatu yang sangat penting “I’m in love with you and all your
little things”
Ekspresi asa tak berubah masih datar
dan lebih terkesan kecewa.
“jangan
becanda ah aku lagi serius nih” katanya sambil cemberut
“aku
juga serius nggak becanda” awan tak mau kalah
“tetep
nggak percaya” asa kekeh dengan pendiriannya
“mau
aku ulangi biar kamu percaya?” awan berusaha meyakinkan asa bahwa dia serius
“udahlah
gak usah kalau Cuma mau bikin aku seneng” asa masih tak percaya
“I’m
in love with you and all yoour little things”
“udah
jangan becanda, gak lucu masih lucuan shinchan walau aku udah jarang banget
nonton”
“masih
nganggep becanda? Yang aku bilang serius lho”
“makasih..”
akhirnya asa luluh dari pada dia harus berantem dengan awan dikafe
“jadi
suka nggak aku bilang gitu?”
“emang
aku punya alasan untuk bilang nggak suka?”
“mana
aku tahu? Seneng gak nih?”
“ya..”
jawab asa singkat sambil tersenyum
“klo
kamu seneng aku juga itu seneng kok klo kamu nggak ya masalah buatku...”kata
awan santai. Asa hanya tersenyum
“kayaknya
seneng banget nih, hayo kenapa?”
“helo
cewe mana sih yang ggak seneng kalo ada cwo bilang I’m in love with you and all
your little things meski bukan dari pacar.” Asa merubah ekspresinya dengan
seketika
“kamu
pengen punya pacar?” tanya awan
Asa hanya tersenyum lalu berkata
“sudah terlalu lama sangat jomblo”
Awan hanya manggut2 lalu bertanay
kembali ke asa “semisal ada yang bilang begitu dan dia suka sama kamu
bagaimana?”
“ya
senenglah..” asa menjawab singkat
“lalu
klo orang itu bilang gini ‘kamu suka, lalu kenapa kita nggak jadian aja?’
jawabmu gaimana?”
“Ya
lihat dulu siapa orangnya kalau baru kenal trus bilang gitu ya nggak maulah”
“klo
itu orang udah kamu kenal seperti akulah ibaratkan apa kamu bilang iya?”
“selama
aku kenal dia dengan baik dan dia baik sama aku sama mengerti aku kenapa nggak,
tapi kalo kaya temanku waktu itu sih aku ogah”
“siapa?
Memang siapa?”
“yang
waktu itu tiba-tiba sms aku tiba-tiba juga langsung katakan cinta walau aku
kenal dia sih.”
“tapi
aku nggak giitu kan?”
“yaya...
kamu baik dan nggak sombong tapi suka munji diri sendiri” asa tersenyum
“berarti
suka dong sama aku?”
“iya
karena kamu baik...”
Keduanya kmbali saling terdiam
terlarut dengan apa yang ada dihadapan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar